Thursday, March 29, 2018

Mengenal VMware, Fungsi dan Cara Kerjanya

Seperti dikutip dari wikipedia Istilah virtualisasi sudah mulai digunakan secara luas sejak tahun 1960-an, dan telah diaplikasikan ke beberapa aspek komputer—dari keseluruhan sistem komputer sampai sebuah kemampuan atau komponen individu.

Di Era Internet Of Things(IoT) dan Cloud Computing seperti sekarang ini, VMware menjadi semakin dikenal sebagai provider virtualisasi terdepan yang membuat VMware menjadi salah satu solusi virtualisai yang sangat populer pada saat ini.

Mengenal VMware, Fungsi dan Cara Kerjanya


VMware merupakan software virtualisasi yang biasa digunakan untuk membuat virtual machine. Nama VMware sendiri diambil dari nama perusahaan pembuat software tersebut yaitu VMware, Inc.

Tekonologi virtualisasi dari VMware memungkinkan kamu untuk melakukan virtualisasi server, sistem operasi, perangkat storage, aplikasi, perangkat jaringan dan lain sebagainya. Dengan kata lain dengan VMware ini kamu bisa membuat komputer virtual di dalam komputer fisik, menarik bukan?

Virtualisasi dari VMware memungkinkan kamu untuk menjalankan sistem operasi di dalam sistem operasi, sebagai contoh, kamu bisa menjalankan sistem operasi Linux di dalam sistem operasi Windows, begitupun sebaliknya, kamu juga bisa menjalankan sistem operasi Windows di dalam Linux.

VMware juga bisa kamu gunakan untuk keperluan testing dan ujicoba operating sytem (OS), bisa juga kamu manfaatkan untuk membuat sistem yang terisolasi dan tidak akan merusak sistem utama meskipun sistem di virtual machine (VM) tersebut sudah kamu utak atik sebelumnya.

Cara Kerja VMware

Virtualisasi VMware bekerja dengan cara membuat layer hardware virtual atau yang disebut dengan virtual machine di komputer kamu. Kemudian VMware akan membuat penyimpanan virtual, CPU virtual, RAM virtual, DVD ROM virtual, dan berbagai komponen virtual yang dibutuhkan lainnya yang kemudian menjadi sebuah virtual machine (VM) utuh yang siap untuk kamu gunakan.

Hypervisor atau yang disebut dengan layer software secara dinamis akan mengalokasikan resource atau beban di komputer fisik (host computer) kamu ke dalam virtual machine(VM) sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Setelah virtual machine tersebut berhasil diinstall sistem operasi, maka sistem operasi di virtual machine(VM) tersebut (guest OS) akan berjalan secara terisolasi di sistem operasi utama (host OS). Setiap state dari virtual machine tersebut akan tersimpan dalam bentuk file yang nantinya bisa kamu duplikasi dan pindahkan dengan mudah.

Dengan kata lain kamu bisa menjalankan beberapa virtual machine(VM) dengan beberapa spesifikasi dan sistem operasi hanya dari satu komputer fisik (host computer).



Previous Post
Next Post
Related Posts

0 comments: